Jumat, 17 Maret 2017

PSIKOLOGI DAN TAHAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN



PSIKOLOGI DAN TAHAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN
Tahap perkembangan manusia dikaitkan dengan pendidikan.Perbedaan antara TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi.
Perkembangan anak sampai Remaja.
A.MASA BAYI (0-2tahun)
Perkembangan Piaget : Tahap Sensori motorik
Kondisi Fisik dan panca indera berkembang cepat
Bayi membangun pemahaman tentang membangun dunia, dengan mengordinasikan pengalaman sensoris tindakan Fisik.
Implikasi yang dapat dilakukan adalah Menunjukkan kepada seorang bayi sebuah mainan yang menarik dan mengoyang goyang kannya dihadapan si Bayi atau biss menyembunuikannya dibawah selimut biasanya bayi yang sudah mulai bisa merangkak akan berusaha mencari dan menyibakkan selimut tersebut.
Dari kognisi sensorimotirik yang melibatkan kemampuan untuk menata dan mengoordinasi sensasi dengan gerakan fisik serta mengikutsertakan kesadaran akan objek yang kita berikan kepada si bayi.
B.MASA KANAK-KANAK AWAL (2-6tahun)
Ø  Masa negative (Trot Zalter)
Ø  Masa bermain :  occupied play, onlooker play, selftary dependent play , pararel play, associative Play , Cooperative play
Ø  Masa Meniru
Ø  Masa eksplorasi (rasa ingin tahu yang tinggi)
Ø  Tahap Piaget :Tahap praoperasional
Ø  -Belajar menggunakan bahasa
-cara berpikir egosentris
Tahap 1: Hukuman
Tahap 2:Ganjaran

Implikasi yang dapat di lakukan adalah Dengan membiarkan si anak bermain dan mwngeksplorasi.
Di dalam bermain anak memiliki nilai kesempatan untukmengekspresikan sesuatu yang ia rasakan dan pikirkan. Dengan bermain, anak sebenarnya sedang mempraktekkan keterampilan dan anak mendapatkan kepuasan dalambermain, yang berarti mengemabngkan dirinya sendiri. Dalam bermain, anak dapat mengembangkan otot kasar dan halus, meningkatkan penalaran, dan memahami keberanaan lingkungannya, membentuk daya imajinasi, daya fantasi, dan kreativitas.
Merupakan ciri periode pra operasional yang ditemukan pada usia 2-7 tahun ditandai dengan bermain khayal dan bermain pura-pura. Pada masa ini anak lebih banyak bertanya dan menjawab pertanyaan,mencoba berbagai hal berkaitan dengan konsep angka,ruang, kuantitas dan sebagainya . Seringkali anak hanya sekedar bertanya, tidak terlalu memperdulikan jawaban yang diberikan dan walaupun sudah dijawab anak akan bertanya terus. Anak sudah menggunakan berbagai simbol atau representasi benda lain.Misalnyasapu sebagai kuda-kudaan, sobekan kertas sebagai uang dan lain-lain. Bermain simbolik juga berfungsi untuk mengasimilasikan dan mengkonsolidasikan pengalaman emosional anak. Setiap hal yang berkesanbagi anak akan dilakukan kembali dalam kegiatan bermainnya.
Dapat disimpulkan bahwa anak usia dini adalahanak yang berusia 2 – 6 tahun, yang berada pada tahap perkembangan awal masa kanak-kanak, yang memiliki karakteristik berpikir konkrit, realisme, sederhana, animism, sentrasi, dan memiliki daya imajinasi yang kaya

MASA KANAK KANAK AKHIR
Ø  -Sejak 6 tahun sampai matang secara seksual (setara dengan usia tingkat sd)
Ø  -Pengaruh teman mulai dominan
Ø  -Mampu berpikir logis tentang objek dan kejadian
Ø  -Menguasai konvensi jumlah dan berat
Ø  -Mampu mengklarifikasikan objek
Ø  -Tingkat perkembangan Moral : Konvensional
Tahap 3 :Orientasi "Goodboy /girl
Tahap 4 :Orientasi otoritas
Menurut Erikson Tahap industry vs inferiority ( rendah diri)
Tahap piaget :Tahap konkret operasional

Implikasi yang dapat di berikan adalah di dalam permainan
Pada usia 8-11 tahun anak lebih banyak terlibat dalam kegiatangames with rulesdimana kegiatan anak lebih banyak dikendalikan oleh peraturan
Mengajarkan sang anak untuk bersikap lebih sportif , jujur , dan melatih fisik sang anak.
Usia rata-rata anak Indonesia saat masuk sekolah dasar adalah 6 tahun dari selesai pada usia 12 tahun. Kalau mengacu pada pembagian tahapan perkembangan anak, berarti anak usia sekolah berada dalam dua masa perkembangan, yaitu masa kanak-kanak tengah (6-9 tahun), dan masa kanak-kanak akhir (10-12 tahun).Anak-anak usia sekolah ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usianya lebih muda. Ia senang bermain, senang melakukan sesuatusecara langsung.Oleh sebab itu, guru hendaknya mengembangkanpembelajaran yang mengandung unsur permainan, mengusahakan siswa berpindah atau bergerak, bekerja atau belajar dalam kelompok, serta memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.Menurut Havighurst, tugas perkembangan anak usia sekolah dasar meliputi:

a.Menguasai keterampilan fisik yang perkembangan anak usia dalam permainan dan aktivitas fisik.
b.Membina hidup sehat
c.Belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok
d.Belajar menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin.
e.Belajar membaca, menulis, dan berhitung agar mampu berpartisipasi dalam masyarakat.
f.Memperoleh sejumlah konsep yang diperlukan untuk berpikir efektif.
g.Mengembangkan kata hati, moral dan nilai-nilaih.Mencapai kemandirian pribadi.
Dalam upaya mencapai setiap tugas perkembangan tersebut, guru dituntut untuk memberikan bantuan berupa:
a.Menciptakan lingkungan teman sebaya yang mengajarkan keterampilan fisik.
b.Melaksanakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bergaul danbekerja dengan teman sebaya, sehingga kepribadian sosialnya berkembang.
c.Mengembangkan kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman yang konkret atau langsungdalam membangun konsep.
d.Melaksanakan pembelajaran yang dapat mengembangkan nilai-nilai, sehingga siswa mampu menentukanpilihan yang stabil dan menjadi pegangan bagi dirinya.Pendidikan di SD merupakan jenjang pendidikan yang mempunyai peranan sangatpenting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)


MASA REMAJA (ADOLOSENCE)
Ø  Mulai usia 11 atau 12 sampai 18 atau 24 tahun
Ø  Perkembangan Fisik         : Mengarah ke bentuk orang dewasa
Ø  Perkembangan Seksual   : Mulai aktifnya hormon seksual "Heteroseksual " Tertarik pada lawan   jenis
Ø  Perkembangan Emosional :Emosi tidak stabil berubah-ubah, Mudah meledak
Ø  Perkembangan Kognitif   : Tahap Formal operasional
Ø  -Mampu berpikir logis secara abstral
Ø  -Menaruh perhatian tentang masa depan konsep ideologis dan membuat hipotesis pola pikir cenderung Egosentris
Ø  -Perkembangan identitas diri Identity Vs Role consfusional
Ø  -Timbul pertanyaan siapa saya
Ø  -Ingin diakui dan cenderung mengikuti idola
Ø  -Perkembangan Moral "Kebanyakan tingkat konvensional namun sebagian sudah past konvensional
Tahap 5 :Orientasi kontak sosial
Tahap 6 :Orientasi asas etis
Implikasi yang dapat diberikan di bidang pendidikan adalah
Pikiran remaja sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori – teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain.
Melihat masa remaja sangat potensial dan dapat berkembangke arah positif  maupun negatif maka intervensi edukatif dalam bentuk pendidikan, bimbingan, maupun pendampingan sangat diperlukan untuk mengarahkan perkembangan potensi remaja tersebut agar berkembang ke arah positif dan produktif.
Masa remaja merupakan masa dimana individu mencari identitas atau jati dirinya, dalam fase ini remaja mengalami kesulitan dalam menjalani perkembangan sosialnya, agar remaja tidak terjerumus kedalam lingkungan sosial yang menyimpang, oleh sebab itu peran guru dan orang tua menjadi sangat penting dalam membantu remaja mengatasi hambatan- hambatannya dalam kehidupan sosialnya.
Memberikan pelajaran tentang seks
Memberikan ruang untuk anak remaja dalam mengembangkan bakat
Dan mendapat pola pengawasan yang baik dari orang tua

SEMOGA BERMANFAAT  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar